Kamis, 23 Agustus 2012

Segelas Susu & Jeruk Nipis

Saya masih ingat ketika saya masih berusia 5 tahun. Saat itu kakak-kakak saya sibuk sekolah dan bekerja. Di umur 5 tahun saya harus membuat susu sendiri. Jika menunggu kakak-kakak saya maka saya akan kelaparan. Saya dijadwal minum susu pagi, siang sebelum tidur dan malam sebelum tidur. Pagi dan siang saya terpaksa membuat susu sendiri sedangkan malam, kakak saya yang akan membuatkannya untuk saya.    Saya paling doyan minum susu, selain itu saya juga doyan dengan air jeruk nipis. Tapi kakak melarang saya meminum air jeruk nipis karena akan membuat perut saya perih atau sakit. Suatu kali di siang hari, saya membuat susu. Seperti biasanya kakak saya tidak ada di rumah. Saya membuat segelas susu hangat dengan gelas besar plus dicampur sebuah jeruk nipis. Betapa kagetnya saya ketika susu yang saya buat berasap, bubuk susu terpisah dengan air, seperti susu basi. Saya tidak tahu jika susu tidak boleh dicampur dengan jeruk. Akhirnya susu itu terbuang sia-sia.    Kawan, Tuhan telah menyediakan 'susu segar' untuk rohani kita. Tapi kerap kali kita mencari kepuasan dari luar kehendak Tuhan sehingga kita mencampuradukkan antara firman dan keduniawian. Kita tidak 'selalu ingin' akan kebenaran-Nya. Kita memodifikasi iman kita dengan melegalkan beberapa macam pelanggaran. Dan hal inilah yang membuat kita tersesat dan kehilangan keselamatan. Jangan pernah menginginkan dua hal yang bertolak belakang, kebenaran dan pelanggaran!

Tidak ada komentar: